Sabtu, 07 April 2018

Jejak Kekeramatan Gunung Karang

Gunung Karang
Namanya saja gunung, tentunya banyak masyarakat yang mengeramatkan, terutama masyarakat sekitar di wilayah Gunung tersebut. Kenapa? Gunung Karang merupakan nama sebuah gunung tertinggi di Banten yang terletak di Kabupaten Pandeglang. Gunung Karang termasuk dalam deretan gunung yang masih aktif di Indonesia dan bisa berpotensi meletus. Namun, warga setempat yang tinggal di daerah puncak Gunung Karang tampak tak terlalu memedulikan potensi gunung meletus yang sangat mungkin terjadi.

Memang sudah bukan rahasia lagi bahwa Gunung Karang yang ada di Banten telah dikeramatkan oleh warganya. Hal tersebut tak lepas dari sejarah di masa lalu yang membuat gunung keramat itu begitu istimewa.
Apabila melihat perkampungan yang ada di sekitar puncak Gunung Karang, tepatnya di kampung Pasirangan, Anda mungkin akan bertanya-tanya mengapa kondisinya begitu rapat dan ada banyak gang-gang kecil. Keadaan ini tak lepas dari sejarah para nenek moyang mereka saat menentukan kampung ini layak untuk dihuni.
Konon, nenek moyang mereka menggunakan belalang yang dimasukkan ke dalam botol lalu dipendam ke beberapa titik di sekitar puncak gunung dan dibiarkan selama 1 malam. Keesokan harinya, dari beberapa titik tersebut ternyata belalang yang masih hidup di dalam botol hanya ada di 1 tempat saja. Tempat itu diyakini nantinya akan jauh dari musibah, bencana, maupun petaka dan kini tempat itu bernama kampung Pasirangan.
Tidak hanya itu, mengenai bencana yang bisa saja timbul dari gunung meletus ditampik oleh warga karena mereka yakin bahwa Gunung Karang telah dijaga ketat oleh para wali. Memang di kawasan puncak gunung terdapat beberapa pondok pesantren dan juga

ada masjid tertua di Banten dansumur keramat.
Masjid di sana bisa disebut juga sebagai masjid keramat karena meski terbuat dari kayu nangka, bangunan itu tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Selain menunaikan ibadah, banyak orang yang sengaja mendatangi masjid tua Gunung Karang untuk tirakat yang konon lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

Di sisi lain, sumur keramat yang ada di Gunung Karang adalah Sumur Tujuh yang konon memang berjumlah 7 di puncak sana. Sumur itu dipercaya mampu membuang aura negatif yang melekat pada diri seseorang. Ketenaran sumur tujuh dalam membuang aura negatif memang sudah terdengar sampai di luar Banten, jadi tak heran jika di sana Anda akan bertemu peziarah dari kota-kota besar lainnya.
Jeng Asih, Ratu Pembuka Aura dari Gunung Muria




Info & pemesanan:
Padepokan Metafisika Jeng Asih
Jl. Diponegoro 72, Pati – Jawa Tengah 
Jl. Melawai Raya 17, Blok M – Jakarta Selatan
08129358989 – 08122908585      


Menelisik Keangkeran Jembatan Cangar

Sudah tidak asing lagi kalau sebuah jembatan di mana saja akan memiliki nuansa wingit, dan tambahan lagi dengan bumbu-bumbu mistisnya. Hingga menambah rasa angker dan penasaran bagi masyarakat umum yang  melintasinya.

Halnya dengan jembatan Cangar yang berlokasi di antara Mojokerto dan Cangar, Batu. Perjalanan Mojokerto – Batu memang akan terasa lebih cepat jika melewati jembatan ini, namun tak sedikit pula yang memilih melewati rute panjang ketimbang lewat sini.
Mereka yang memilih rute panjang lebih dikarenakan ingin ‘jalur aman’ agar sampai tujuan. Apakah yang dimaksud dengan ‘jalur aman’? Pernyataan tersebut ternyata merujuk pada Jembatan Cangar yang menurut kabar, terkenal akan keangkerannya.
Jembatan Cangar angker karena seringnya kecelakaan yang konon disebabkan oleh makhluk-makhluk gaib yang ada di sana. Jalanan di sana akan terasa sangat wingit ketika hari menjelang malam, kabut terasa serasa semakin tebal, dan jarak pandang Anda akan serasa diuji. Sudah banyak orang yang mengaku pernah hampir masuk jurang akibat diganggu oleh makhluk halus.

Kejadian yang sering dialami adalah jalanan yang mulanya tebal kabut mendadak sedikit terang dan tiba-tiba tampak jalanan lurus. Jika mengikuti jalanan lurus padahal semestinya belok, maka bisa dipastikan bahwa makhluk halus di sana ‘memandu’ perjalanan Anda menuju kematian. Oleh karena itu, banyak yang menyarankan agar ketika akan lewat sana, hendaknya pikiran si pengemudi dalam keadaan bersih sehingga tidak akan melamun saat jembatan angker tersebut.

Hutan-hutan yang ada di sepanjang perjalanan menuju ke Jembatan Cangar pun terasa kemistisannya. Banyak pengendara yang mengaku pernah melihat sosok penampakan tinggi besar berwarna hitam yang diduga kuat genderuwo. Jadi, jika Anda ingin melewati salah satu tempat angker di Mojokerto ini, ada baiknya di pagi atau siang hari agar terhindar dari kecelakaan gaib.


Jeng Asih, Ratu Pembuka Aura dari Gunung Muria




Info & pemesanan:
Padepokan Metafisika Jeng Asih
Jl. Diponegoro 72, Pati – Jawa Tengah 
Jl. Melawai Raya 17, Blok M – Jakarta Selatan
08129358989 – 08122908585