Senin, 20 Maret 2017

Batu Tirakat Sunan Giri, Konon, Sangat Wingit

 Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa,Sunan Giri seperti halnya Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati, termasuk Wali Songo (sembilan wali) atau kelompok ulama penyebar ajaran Islam di Pulau Jawa. Sunan Giri dilahirkan di Blambangan yang berada wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.
Ada sebuah peninggalan Sunan Giri yang masih terjaga hingga kini, yakni sebuah batu yang ditaruh begitu saja di lantai 2 Masjid Beji, di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bentuk batunya mirip dengan batu apung yang tidak beraturan.
Pengurus Masjid Beji, Syamsul Anam (85), menuturkan, batu itu tidak terlihat keistimewaannya, namun batu itu bukan batu biasa.
"Batu ini merupakan petilasan yang dipakai tirakat Sunan Giri sebelum menyerang Majapahit. Batu ini sebelumnya berada di Gunung Batang sebelum dipindahkan ke tempat yang sekarang ini," ujarnya.
Usia batu sekitar 400 tahun dan memiliki nilai sejarah cukup dalam bagi perkembangan Islam di Jawa Timur. Diceritakan Syamsul, Joko Samudroadalah nama kecil Sunan Giri. Konon Sunan Giri bertapa di atas batu itu pada abad ke-14 silam untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT. Dan, saat itu, Sunan Giri hendak menyerang Kerajaan Majapahit, dengan tujuan utama adalah menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Penyerangan yang dilakukan Sunan Giri bertujuan meng-Islamkan masyarakat di tanah Jawa. Dengan bertapa itu, Sunan Giri berharap adanya petunjuk dari Allah SWT.
Meski batu itu sangat bersejarah dan memiliki nilai histori, namun tak banyak orang yang mengetahui hal itu.
"Jarang yang tahu, Mas. Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sendiri juga belum tahu. Karena, belum ada yang datang ke sini, apalagi menjadikannya sebagai tempat wisata," pungkasnya.




Jeng Asih, Ratu Pembuka  Aura dari Gunung Muria




 Info & pemesanan:
Padepokan Metafisika Jeng Asih
Jl. Diponegoro 72, Pati – Jawa Tengah 
Jl. Melawai Raya 17, Blok M – Jakarta Selatan
08129358989 – 08122908585      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar